Penggalangan Dana Online untuk Petani (Program Pembangunan Jembatan)


Adanya fasilitas yang memadai di areal persawahan sangatlah membantu para petani dalam mengelola sawah. Di dusun Mario, Galesong, areal persawahan dipisahkan oleh sebuah saluran irigasi selebar 3 meter. Pada satu titik, terdapat sebuah jalur jalan tani yang diputus oleh aliran sungai. Untuk melintasi sungai, selama ini petani hanya menggunakan sebatang pokok kelapa sebagai jembatan darurat untuk dapat mengakses area persawahan di seberang sungai kecil (Lebar sungai 3 meter)

Agar mobilitas warga dalam pengangkutan hasil panen dan mobilisasi kendaraan seperti traktor maupun harvester (mobil pemanen padi) dapat mengakses area persawahan di seberang sungai, dibutuhkan sebuah jembatan representatif yang dapat menghubungkan dua areal persawahan, dimana jalur jalan tani yang terputus oleh sungai (irigasi) dapat tersambung dengan adanya jembatan tersebut.


Saat ini, warga hanya menggunakan sebatang pokok kelapa sebagai jembatan. Jembatan darurat ini hanya bisa dilewati pejalan kaki dan gerobak dorong (dengan resiko ban tergelincir), sehingga untuk pengangutan hasil panen harus melalui jalan memutar berjarak 2 km (kurang-lebih).

Padahal jika 2 areal persawahan ini dihubungkan, jarak bisa diperpendek sekitar 500 m (perhitungan jarak menuju sawah yang dikelola orangtua TS). Sehingga pembangunan jembatan tani ini membuat pengangkutan dan mobilisasi petani bisa lebih efisien. (Lihat lokasi melalu peta google disini: Lokasi pembangunan jembatan di dusun Mario).

Mari kita simulasikan perhitungan efisiensi pengangkutan hasil panen.
Jika sepetak sawah menghasilkan 20 karung gabah saat panen, dan gabah itu diangkut oleh sepeda motor dengan muatan 2 karung sekali angkut, maka petani harus bolak-balik sebanyak 10 kali mengangkut gabah hasl panen sepetak sawah.

petani melintasi jarak 2 km dari rumah ke sepetak sawah, sehingga sekali angkut (bolak-balik) petani menempuh jarak 4 km (kurang lebih) jarak ini dikalikan 10 (kali) bolak-balik mengangkut hasil pertanian.

Total jarak yang dilalui petani untuk mengangkut 20 karung gabah dari sawah ke rumah yang jaraknya 2 km adalah 40 km (kurang lebih).

Namun jika jembatan tani bisa dibangun, jarak hanya akan menjadi 500 m. Sehingga total jarak dilalui jika mengangkut 20 karung gabah dari sawah ke rumah hanya 10 km saja. Jika jembatan ini berhasil dibangun, petani akan lebih efisien dan menghemat biaya bahan bakar untuk melalui 30 km.

--------------------

Selain pengangkutan hasil panen, akses traktor juga mengalami kesulitan karena perlu memutar ke barat, dan harus melewati area sawah, tidak melalui jalan/pematang yang lebar (baca: jalan tani). Bayangkan jika sawah yang jadi jalur untuk dilewati traktor untuk sampai pada sawah yang akan dikelola/digarap (yang sawahnya terletak di sebelah timur) telah ditanami padi, maka tak pilihan lain selain nekat melewati sawah yang sudah ditanami padi.

Mengapa kami mengajak netizen ikut patungan?

Mungkin anda bertanya kenapa kami mengajak anda atau netizen untuk ikut patungan membangun jembatan tani yang akan kami lalui. Mengapa bukan pemerintah setempat yang membangunnya?

Kami hanya mengutip komentar Camat Galesong, Mustaqiem, kepada Koran Tempo Makassar terbitan Senin, 14 September 2015, bahwa kinerja Kepala Desa Parangmata terbukti berkinerja lambat dan tidak proaktif memantau wilayahnya.

Warga sudah cukup lama menunggu pembangunan jembatan ini. Tanpa perlu menunggu pemerintah menganggarkan dana untuk pembangunan jembatan tani ini, upaya penggalangan dana pun dilakukan untuk membangun jembatan tani secara swadaya.

Selain itu, banyak warga yang berkepentingan dengan jembatan tersebut adalah warga miskin yang hanya bergantung pada sawah yang mereka kelola, itupun kadang hasil panen belum pasti bisa mereka gunakan hingga musim panen berikutnya.

Publikasi penggalangan dana, diterbitkan oleh Koran Tempo Makassar,
Jum'at 11 September 2015 

Itulah mengapa kami melakukan penggalangan dana secara online bertajuk Patungan Membangun Jembatan. kami mengajak masyarakat luas, para netizen untuk ikut serta dalam penggalangan dana ini, pun kami berharap agar netizen aktif dalam membagikan informasi terkait proyek kami untuk perluasan informasi.

Dalam kondisi tersebut, saya terdorong untuk mengajak masyarakat sosial media dan warga dunia maya, mengingat potensi penyebaran informasi yang massif sehingga bisa sampai ke perhatian para dermawan di seluruh Indonesia.

Lihat keterangan gambar pada akhir postingan.

Oleh karena itu, kami sekelompok petani yang peduli akan hal ini, melakukan usaha mandiri dalam membangun jembatan tani sepanjang 4 meter untuk melintasi sungai selebar 3 meterdengan menggunakan dana swadaya masyarakat.

Ayo ikut patungan!

Perkiraan Spesifikasi Jembatan:

Panjang : 4 m
Lebar : 3 m
Ketebalan : 25 cm
Ketinggian pondasi : 3 m
Ketebalan pondasi : 75 cm

Bagaimana Cara Ikut Patungan?

Dana dikirim melalui transfer bank ke salah satu rekening berikut;

Proses penggalangan dana telah berakhir.
Terima kasih atas bantuan anda semua.
Semoga segala bantuan mendapatkan balasan amal jariyah.
Resmi ditutup pada: 1 November 2015


Kami membuat laporan dana masuk secara online. Klik untuk melihat laporan.


Semoga sumbangan anda dinilai sebagai amal jariyah dan semoga Allah meluaskan rejeki kita serta memberkahinya. Amienn


Hormat kami mewakili warga dusun Mario 2, desa Parangmata, Kec. galesong, Kab. Takalar

Tim Pembangunan Jembatan Tani

Makmur Sijaya (Ketua)   Ahmad Husain (Bendahara)




Keterangan Gambar:
Garis kuning : Jalur jalan yang bisa dilalui kendaraan bermotor. memutar ke timur untuk sampai ke lokasi
Garis kuning putus-putus : jalur jalan yang tidak bisa dilewati kendaraan bermotor, pematang kecil. kecuali tanah/sawah dalam kondisi kering.
Garis merah jambu: jalur yang bisa dilalui kendaraan bermotor. tanpa memutar, langsung menuju lokasi.
Garis merah jambu putus-putus: Batas jalur untuk kendaraan bermotor. lokasi ini dipisahkan sungai kecil, jembatan hanya sebatang pokok kelapa.
Garis biru : jalur jalan yang bisa dilalui kendaraan bermotor. memutar ke barat.
Garis biru putus-putus : jalur jalan yang tidak bisa dilewati kendaraan bermotor, pematang kecil. kecuali tanah/sawah dalam kondisi kering. 
Lingkaran hijau: lokasi area sawah sebagai contoh kasus
lingkaran putih: area dusun mario!
penanda google : lokasi dimana jembatan akan dibangun menggunakan dana patungan!



Mengenal Ucheng Orangbiasaji

Ahmad Husain (Ucheng), Tidak lulus kuliah, anak petani, itu saja..
Saya hanya orangbiasaji :) ...
berusaha menikmati keindahan penciptaan pada hal-hal biasa di sekitarku.