Susahnya Memindai Virus Blogging ke Istriku Tersesuatu ;)

Istriku, kalau teman-teman masih kurang mengenal kemampuannya, cukup baik dalam hal tulis-menulis. Tak rugi membelikannya berbagai buku bacaan untuk dia rasanya saat membaca tulisannya, hanya saja memang dia cukup emosional sehingga kurang berkonsentrasi pada tulisan yang bernuansa drama.

Nusantara... Hahaha, daripada pajang foto istriku yang malas nulis,
mending foto anakku yang takut pegang pensil.

Kemampuannya dalam dunia-tulis menulis yang baik tidak sebanding dengan kepercayaan dirinya yang agak rendah, dia cukup alergi pada pujian (kecuali kalau pujiannya banyak), sehingga kurang termotivasi untuk terus mengekplorasi kemampuannya mengasah kata. Siapapun tau, kemampuan yang tidak terasah, akan berkata dan akhirnya tumpul, jika dibiarkan malah kemampuan itu akan jadi sampah, atau cukup sopan jika menjadi barang rongsokan di dalam gudang.

Tulis-menulis adalah kegiatan eksploratif, nyaris sama dengan kemampuan berbicara di depan publik yang membutuhkan kepercayaan diri, konsentrasi, pengaturan tata bahasa, sistematika berfikir, dan kreatifitas dalam manajemen kesan. Jika dia tidak dibiasakan, maka akan terpendam. Kemampuan menulis bukan soal bagaimana kita merangkai huruf dan berkomunikasi dengan pembaca, mendapatkan timbal-balik sebagaimana yang diinginkan dan mendapatkan kepuasan sebagai penyulut semangat.

Kemampuan menulis melebihi urusan tetekbengek ini/itu, melewati kurungan-kurungan teknik dan aturan dalam menulis. Tulisan itu layaknya manusia, banyak orang menyukai cara kita hidup dan banyak pula yang tidak, parahnya lebih banyak yang tidak mengetahui bagaimana cara kita hidup.

Blogging, walaupun bukan hanya sekedar urusan tulis-menulis, semacam satu dunia dimana kita hidup disana tidak secara fisik, tetapi melalui aneka ragam simbol seperti kata, gambar, suara, dll. Menurutku, menulis adalah salah satu cara memperkenalkan diri (eksistensi) yang paling pas, karena disana isi kepala diolah dan ditunjukkan kepada pembaca.

Menulis bagiku seperti mengumpulkan kekuatan semesta yang kumiliki. Dengan suatu niat, kekuatan itu kuolah lalu kumasukkan dalam sebuah wadah dengan riasan ini/itu lalu menyajikkannya kepada orang lain, itulah blogging. Apapun menunya, tulisan, gambar (foto, lukisan, sketsa, komik, dll), musik atau video, blogging seperti aktivitas mengolah dan menyajikan.

Dalam urusan menularkan virus blogging ke sang Istri, menumbuhkan keinginan dan semangat menulis inilah yang paling susah, toh teknik blogging sangat mudah dipelajari, ada banyak tips dan panduan mengurus blog yang tersebar diluar sana, namun memiliki akun blog tidak akan pernah cukup jika tidak produktif.

Membisikkan keuntungan memiliki blog produktif bukan salah satu cara yang buruk, asal dilalui dengan sabar dan rutin, semuanya akan menemukan hasil, apalagi ketika tujuan atau motivasi blogging sudah terasa dekat, bahkan tercapai. Saya cukup aktif menyindir istriku setiap kali ada kesempatan (suasana yang mendukung/nyambung untuk menyinggung blog), dan dia cukup kuat dalam bertahan dengan keengganan tak beralasan atau lebih cocok dibahasakan malas, atau sopannya tidak tertarik.

Kadang, saya merasa menjadi suami yang bejat karena harus memaksakan kehendak kepada teman hidupku ini, apalagi merayunya dengan cara-cara halus (malah sebenarnya lebih kasar) agar dia bisa memaksakan dirinya untuk menyelesaikan satu cerita untuk pembaca yang tidak menunggu tulisannya jika tidak terbit. Namun, apa boleh buat, blogging bagiku begitu menyenangkan, sehingga saat melihat istriku lebih asik memanfaatkan facebook atau memberikan komentar macam-macam mengenai sebuat berita atau catatan seseorang di blog, rasanya lebih baik ia memanfaatkan space gratis yang disediakan berbagai platform blog untuk diisinya dengan tulisan yang tidak berguna jika sedang tidak ingin menunjukkan performa terbaiknya.

Sampai-sampai, saya harus menulis di blogku seperti ini sebagai salah satu cara memindai virus blogging kepadanya, hingga akhirnya dia memiliki secercah keinginan untuk memanfaatkan micrsoft word untuk sesuatu yang bukan tugas kuliah.

Seandainya saya bisa mewujud menjadi sebuah akun blog, akun ingin begitu saja, agar istriku punya alasan kenapa dia harus menulis dan memanfaatkan blog. Cara sangat baik pikirku, toh dia tak perlu membagi cintanya antara aku dan blog, karena sesungguhnya dia tak punya cinta untuk dibagi *ehhh. hehehehe

Yuk blogging <3

Mengenal Ucheng Orangbiasaji

Ahmad Husain (Ucheng), Tidak lulus kuliah, anak petani, itu saja..
Saya hanya orangbiasaji :) ...
berusaha menikmati keindahan penciptaan pada hal-hal biasa di sekitarku.