Presiden Jadi Tersangka KPK, Apa Jadinya Indonesia???

Apa jadinya jika seorang Presiden, Pemimpin, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ??? Mau dibawah kemana Bangsa kita?

Luthfi Hasan Ishaaq ~ Presiden PKS | Foto : pkskudus.org
Kasus suap daging sapi impor yang menjerat Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi satu bahan refleksi bagi kita semua, bagaimana pemimpin di negeri ini pun tak lepas dari rudungan masalah kasus korupsi. Belum lagi dikaitkan dengan momentum pemilu 2014 yang semakin dekat, toh tentunya partai politik sibuk mencerdaskan masyarakat agar kelak tak salah pilih. Bukan malah sibuk mencari biaya untuk menutupi biaya politik yang memang besar.

Nama Luthfi Hasan Ishaaq mencuat, bukan hanya karena dia Presiden PKS (yang dulunya ikut mendirikan partai PK, cikal-bakal PKS), akan tetapi kerean dia seorang Presiden PKS yang kini ditetapkan sebagai tersangka kasus suap daging impor. Bosan mengurusi kambing hitam, kini KPK seakan beralih mengurusi daging sapi.

Luthfi ditetapkan sebagai tersangkan oleh KPK bersama ketiga orang lainnya yang terlibat dalam kasus suap tersebut yakni, Ahmad Fatanah (orang dekat Luthfi), Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi sebagai direktu PT Indoguna Utama.

Johan Budi SP, Jubir KPK,  memaparkan bahwa, JE dan AAE diduga melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 dan juga melanggar sebagaimana yang termuat di UU No 20 tahun 2001 juncto pasal 55 KUHP. AF dan LHI diduga melanggar pasal 12 a atau b pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999.

Partai Keadilan Sejahtera, tanpa mengingat kembali kasus "iseng" anggota fraksi PKS yang menghabiskan waktu sidang dengan tontonan video porno, dikenal sebagai partai bersih yang tak bakal terjamah kasus korupsi. Entah apakah kita yang salah kenal, ataukan partai ini yang menentukan positioning partai mereka, misalnya mereka tidak ada bedanya dengan tabiat politik dari partai lain, kecuali positioning mereka yang mengatas namakan dirinya sebagai partai bersih dengan kader-kader militan, taat pada agama dan sebagainya.

Hingga kasus suap Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) membuat banyak orang kini mencibir partai yang berasaskan Islam dengan ideologi terbuka itu.

Parahnya, Pengamat Politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menilai posisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan terlempar pada Pemilu 2014 mendatang.

Bagaimana tidak, status terdakwa, walaupun Luthfi mengaku bahwa penetapan dirinya sebagai tersangka KPK tidak melalui proses pemberitahuan telebih dahulu, dia ditetapkan begitu saja, membuat banyak orang menuliskan pendapat negatih terhadap Partai dibawah kepemimpinannya, sangat mudah kita menemukan status di media sosial terkait musibah yang dialami oleh Presiden PKS tersebut.


Siapa Luthfi Hasan Ishaaq ???


Sebagaimana profil Presiden PKS yang diberitakan detikNews.com, Luthfi memilika background politik yang baik dan bersih. Pria kelahiran Malang 5 Agustus 1961 itu juga pernah menjabat sebagai Bendahara Umum DPP PKS pada periode kepemimpinan Hidayat Nur Wahid. Selain itu, pria yang menguasai bahasa Arab dan Inggris ini pernah menjadi supervisor pengembangan PKS di Eropa.

Jabatan terakhirnya sebelum menjadi Presiden PKS adalah Ketua Badan Hubungan Luar negeri DPP PKS.

Karir Luthfi di DPR dimulai saat terpilih menjadi anggota legislatif periode 2004-2009. Saat itu, alumnus pesantren Gontor ini duduk di Komisi XI DPR.

Luthfi kemudian terpilih lagi menjadi anggota DPR pada periode berikutnya, yaitu 2009-2014. Pada periode keduanya sebagai wakil rakyat, Luthfi masuk ke Komisi I DPR yang menjadi mitra pemerintah di bidang pertahanan dan luar negeri.

Selain menjadi anggota komisi, selama bertugas di DPR, Luthfi juga merangkap beberapa jabatan di alat kelengkapan DPR. Selain sebagai anggota Badan Kerja Sama Antarparlemen untuk Afrika, Eropa dan Organisasi Negara-negara Konferensi Islam, pria yang sempat menetap di Belanda ini juga pernah menjadi Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen 2004-2009.

Luthfi juga menjadi anggota tetap komisi Timur Tengah di International Parliementary Union (IPU). Sebuah organisasi yang beranggotakan anggota parlemen seluruh dunia.

Luthfi menjadi Ketua Umum atau Presiden PKS menggantikan Tifatul Sembiring yang ditunjuk Presiden SBY menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika. Pria yang juga alumnus Ushuluddin Ibnu Saud University dan Fakultas Islamic Studies Salafia University itu merupakan Presiden ke-4 PKS.



Kronologi Penangkapan Kasus Suap Daging Impor

Berikut kronologi tangkap tangan dalam kasus suap daging impor sebagaimana dikutip dari detikNews.com

Selasa (29/1)

#Siang Hari

KPK menerima informasi ada serah terima uang terkait proses impor daging. Informasi itu yakni adanya serah terima uang dari Juard Effendi dan Arya Arby Effendi dari PT Indoguna Utama ke orang dekat anggota DPR Luthfi Hasan, Ahmad Fathanah. Suap terkait izin impor daging. Saat ini daging sapi impor memang tengah dibatasi. Suap untuk memuluskan jatah keran daging impor.

Serah terima uang dilakukan di kantor PT Indoguna di Pondok Bambu. Tim KPK melakukan pemantauan di kantor itu, dan ternyata ada serah terima uang dari Juard dan Arya ke Ahmad Fathanah.

#Sore

Usai penyerahan, Ahmad Fathanah dengan membawa uang Rp 1 miliar pecahan seratus ribu bergerak ke Hotel Le Meridien. Di sana sudah menunggu seorang mahasiswi berinisial M berusia 19 tahun. KPK tak merinci apa yang dilakukan kedua orang ini di hotel.

#Pukul 20.20 WIB

KPK mengintai Ahmad dan sang mahasiswi di hotel. Setelah itu, saat keduanya keluar dari hotel, sedang di basement dan berada di mobil, KPK menangkap keduanya. Di jok belakang disita uang Rp 1 miliar. Keduanya langsung dibawa ke KPK.

#Pukul 22.30 WIB

KPK menangkap Juard dan Arya di rumah di kawasan Cakung, Jaktim. Penangkapan terkait suap. Keduanya pun langsung dibawa ke KPK. Ada juga 2 orang lain yang diamankan yakni sopir PT IU dan sopir Ahmad. Sopir itu seperti mahasiswi M hanya saksi.


Rabu (30/1)

#Pagi 

KPK melakukan penggeledahan di PT Indoguna dan melakukan penyitaan sejumlah barang. KPK juga memberkan police line di perusahaan itu. Hingga sore KPK melakukan pemantauan di sejumlah lokasi.

#Pukul 20.00 WIB

KPK menetapkan tersangka Juard, Arya, Ahmad, dan Luthfi Hasan. Mereka diduga terlibat dalam kasus suap-menyuap.



Punya komentar ???

Mengenal Ucheng Orangbiasaji

Ahmad Husain (Ucheng), Tidak lulus kuliah, anak petani, itu saja..
Saya hanya orangbiasaji :) ...
berusaha menikmati keindahan penciptaan pada hal-hal biasa di sekitarku.