Karet Tabung Gas 3 Kg Tidak Ada, Tanggung Jawab Siapa?

"Yah, gasnya habis, beliin dulu dong!", Lapor istriku saat saya sedang asik menjalankan rutinitas dengan laptop dan google.

Jika kurang mengerti, bisa bahaya | Foto : romoko.com
Saya pun berangkat dengan menenteng tabung gas 3 Kg yang dulu sempat heboh karena banyaknya kasus ledakan tabung gas yang ujung-ujungnya menyebabkan kebakaran, korban cedera, terluka, bahkan lebih parah dari itu. Langkahku cepat, tanganku menggenggam erat dua lembar uang kertas sejumlah Rp. 15.000.

Tabung gas bewarna hijau itu kutenteng pulang dengan bobot yang lebih berat, seakan menggambarkan kalau nominal Rp. 14.000 adalah seberat itu. Sesampai di rumah, istriku segera menghubungkan tabung gas dan kompor dengan regulator sebagaimana biasanya.

Peeeeesssssstttttttt

Aku kaget mendengar suara itu, seakan udara yang dimampatkan di wadah mendapatkan tekanan yang kuat sehingga harus keluar. Gas dalam tabung menyembur keluar, suaranya sukup keras karena tekanan dan jalan keluar udara yang kuat. Istriku mulai kebingungan, dan dengan cepat ia melepaskan egulator dai bibir tabung, ia mencobanya tiga kali, setelah itu memeriksa regulatornya.

Saya mendekat dan ikut mencobanya, jujur saja, ngeri rasanya. Kuberanikan diri memasang kembali regulatornya walaupun dengan perasaan was-was. Beberapa kali kucoba, hasilnya sama saja, hingga saya berkesimpulan bahwa regulatonya perlu diganti karena memang sudah lama.

Sayangnya, saya tidak yakin dengan kesimpulan itu. Kuperhatikan bibir tabung gas, dan kupikirkan apa yang salah?

Akhirnya saya tahu, ya masalahnya bukan pada regulatornya. Melainkan pada karet yang seharusnya tersedia di leher tabung sebagai pengaman. Kemana karet tabung gasnya ???

Saya mengetahui penyebabnya karena dulu sempat mengalami hal yang serupa, waktu itu orang-orang di rumah (di Makassar) sedang sibuk memasak untuk hidangan acara pernikahan. Pada satu kesempatan saya disuruh oleh nenek untuk mencari karet tabung gas, malah yang kubawakan adalah karet ban motor yang biasanya dijadikan bapakku sebagai pengikat.

Salah! Saya ditunjukkan bagaimana bentuknya. Dan akhirnya kutau, kulaporkan pada kepala rumah tangga dan sekaligus bertanya, dimana membeli karet gas.

Ternyata tak perlu membelinya, kita cukup mengambil karet di lehet tabung gas yang sudah kosong, yang sebentar lagi akan ditukarkan dengan tabung gas yang baru dengan berat sekitar Rp 14.000.

Karet yang biasanya berwarna merah atau hitam
yang diletakkan pada leher tabung atau batang picu tuas gas.

Di rumahku, istriku pun bertanya, bagaimana caranya? Tanpa kujawab, aku ke toko tempatku membeli gas dan mengambil karet tabung gas dari tabung yang kosong disana. Sesampai di rumah, istiku berkata, "Belum bisa yah, udah kupasangi karet tuh!".

Dia melingkarkan karet gelang di leher bagian luar. Kulepas karet itu lalu kupasang karet pengaman tabung gas. Kucek keamanannya, dan benar-bena aman. Istriku kembali melanjutkan menyiapkan makanan siang untuk kami.

Sambil duduk menunggui hidangan disediakan, benakku bertanya, bagaimana jika orang yang membeli tabung gas itu tidak tahu? anak kost atau orang yang kurang memperhatikan urusan dapur misalnya. Bagaimana nasib tabung gas yang tak berkaret itu? Apakah nantinya akan dilengkapi dengan karet baru?.

Bagaimana jika tejadi hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, siapa yang bertanggung jawab ??? Nasib kah?

Kulirik laptopku sambil bersyukur, untung saja tau !!!

Lihat juga : Cara Aman Menggunakan Tabung Gas Elpiji



Mengenal Ucheng Orangbiasaji

Ahmad Husain (Ucheng), Tidak lulus kuliah, anak petani, itu saja..
Saya hanya orangbiasaji :) ...
berusaha menikmati keindahan penciptaan pada hal-hal biasa di sekitarku.