Bismillah, Namanya Lubna Adawiyah

Setelah beberapa hari kebingungan mencari nama untuk putriku tersayang, akhirnya kutetapkan hati pada nama Lubna Adawiyah. Sebenarnya beberapa hari setelah keluar dari rumah bersalin, nama ini sudah disiapkan, hanya saja menunggu ketetapan hati ;).

Litel prinsesku; Lubna Adawiyah
Nama Lubna Adawiyah terinspirasi dari ruang kosong di kepalaku. Jujur saja, saya tidak menyangka istriku melahikan seorang putri, karena sebelumnya dokter memperkirakan anak kami adalah laki-laki, dan waktu itu sepertinya benar, hehehe. Nama yang kupersiapkan sejak awal pun adalah nama untuk seoang anak laki-laki, Khairun Naas Anfauhun Linnas (Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat/berguna bagi manusia). Nama yang cukup aneh bukan?

Kata Lubna hadir begitu saja di benakku ketika sibuk mencari inspirasi nama yang cocok, walaupun kata Adawiyah sudah pasti akan kugunakan. Kupilih kata Lubna karena nama kesannya manis, padahal waktu itu saya tidak tau apa arti atau maknanya. Setelah searching dan mengumpulkan berbagai informasi, saya pun bingung karena di beberapa situs menyebutkan makna kata yang berbeda-beda. Pertama ada yang mengartikannya sejenis pohon damar yang cairan pohonnya berbau harum, ada juga yang berarti buah kenitu atau manicu (populer di daerah tapal kuda, jawa), ada pula yang mengartikannya dengan kecerdasan.

Belakangan, kudapati lagi bahwa Lubna berarti nama sejenis pohon yang digunakan sebagai bahan parfum. Storax tepatnya, dalam buku & film Parfume; the story of murderer, storax digunakan sebagai campuran terakhir pada ramuan Psyche d' Amor.

Saya sendiri malah menerjemahkannya sebagai jamak dari kata susu dalam bahasa arab, yakni Labanun. Hehehe

Kebingungan dengan berbagai makna kata itu, akhirnya nama untuk anakku berlarut-larut walaupun beberapa teman sudah memanggil putriku dengan nama Lubna (malah ada teman yang mendesainnya menjadi Lubena | jadi kayak nama India, hahaha). Hingga akhirnya saya memberanikan diri bertanya pada Gus Mus (KH. Mustofa Bisri) perihal nama tersebut.

Lubna versi Gus Mus berarti nama tumbuhan yang wangi. Pelan-pelan keinginan untuk menggunakan nama Lubna pun kembali pulih, hehehehe.

Sementara kata Adawiyah berarti obat penawar, berasal dari kata bahasa Arab, Ad-dawa'un. Selain merujuk pada maknanya, Adawiyah kupilih karena mengingat sosok Rabi'ah Al-Adawiyah. Maksud lainnya yakni mengharapkan putriku ini bisa menjadi dokter yang bermanfaat untuk orang banyak. Saya bersama istri memang punya satu harapan agar semua anak kami bisa menjadi anak-anak yang bermanfaat, sehingga kami pun mulai memikirkan manajemen cita-cita anak (bukan untuk dipaksakan, hehehe). Anak Pertama kami adalah pemimpin, kedua adalah dokter, ketiga adalah aktifis sosial (bukan aktifis mahasiswa, hahaha), keempat ilmuan dan yang bungsu menjadi cendekiawan. (Wah, perencanaaan yang sempurna, Hahahahaha).

Semoga saja konsep manajemen cita-cita di atas bisa terwujudkan. (Bantu doain yahhh ).

Akhirnya, Lubna Adawiyah (panggilannya Una, sama persis dengan adikku yang kelima) berarti Wanita penebar keharuman dan menjadi obat penawar.

Sssstt, saya maunya nama panggilannya Nesa saja (dari kata Endonesa). Kata Endonesa sebenarnya ingin kumasukkan sebagai nama anakku sehingga menjadi tiga suku kata, biar skalian seirama dengan nama Abangnya, Muh. Firdaus Nusantara. Sayangnya, kurang cocok saja. Hohoho. Nama Endonesa juga keren dan nyentrik kan?

Ada yang minta undangan acara Aqiqah? Wah, kami belum merencanakannya dekat-dekat ini, sedang mencari momentum yang pas saja. Namun, dalam waktu dekat, kami ingin berkumpul bersama teman-teman untuk membacakan doa dan mencukur rambut si Lubna.

Semoga kami amanah menjaga keturunan kami, dan semoga anak-anak kami hadir untuk memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi agama dan ummat manusia. Bismillah !

Mengenal Ucheng Orangbiasaji

Ahmad Husain (Ucheng), Tidak lulus kuliah, anak petani, itu saja..
Saya hanya orangbiasaji :) ...
berusaha menikmati keindahan penciptaan pada hal-hal biasa di sekitarku.