10 Juta itu Hak Maharani si Mahasiswi Cantik

Sebenarnya saya sudah sangat mengantuk dan harus berat memutuskan apakah saya harus menulis ataukah tidur lebih dahulu. "Mungkin besok, tulisan ini tidak menarik lagi karena sudah terlambat", pikirku, lalu dengan semangat yang kupaksa. Saya pun menyusun aksara.

Maharani, sungguh malam nasibmu... Apess!!
Siapa Maharani yang saya maksud??? Tak lain dan tak bukan adalah mahasiswi cantik yang ikut digrebek oleh petugas KPK saat memata-matai Ahmad Fatanah dalam kasus suap daging impor yang ikut menjerat Luthfi Hasan Ishaaq yang saat ini masih menjabat sebagai presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Maharani (19) pada beberapa berita menjadi judul, menariknya, sisi sensualitasnya ditampakkan, yakni istilah "Mahasiswi cantik". Padahal tidak ada hubungannya istilah mahasiswi cantik itu (apalagi kata cantik secara khusus) dengan upaya tangkap tangan kemarin malam (30/1) di lobi hotel Le Meridien tempat Ahmad Fatanah dan Maharani betemu.

"Mahasiswi cantik" ini pun menjadi santapan wartawan dengan beragam sudut pandang berita, mulai dari shok (gemetar) atas responnya pada penangkapan itu, hingga hal-hal lain yang berusaha menjelaskan apa hubungan antara hotel dan "mahasiswi cantik". Apa urusannya coba?

Yang menarik bagiku adalah uang 10 juta rupiah yang diberikan Ahmad Fatanah kepada si "Mahasiswi Cantik" yang diambil dari jumlah uang suap sebesar 1 milyar. Uang 10 juta itu ikut disita KPK dengan alasan bahwa uang itu merupakan barang bukti, bagian dari uang suap 1 milyar. Si "Mahasiswa Cantik" gigit jari, pasti malam paling kelam baginya.

Jujur saja, saya kurang mengerti soal hukum, sehingga untuk kasus (tulisan) ini, saya mohon diluruskan jika salah. Saya hanya berfikir bahwa KPK tidak sepantasnya menarik uang 10 juta tersebut karena telah menjadi milik Maharani. Uang 10 Juta tersebut, walaupun awalnya berasal dari uang suap 1 milyar, adalah hak Maharani atas "usahanya" menemani Ahmad Fatanah saat itu.

Saya berfikir demikian setelah menghubungkan pertanyaan seperti : Apakah KPK mengambil kembali uang yang pernah dibelanjakan Angelina Sondakh ? Misalnya si Angie membeli sebungkus gorengan di warung, Lalu ia tertangkap tangan saat itu juga karena diduga dan telah dibuntuti melakukan tindakan korupsi. Koper berisi uang yang dibawa Angie disita untuk dijadikan barang bukti. Apakah uang yang digunakan Angie untuk membayar gorengan yang ia makan di warung akan ikut disita KPK ???

Bagiku, KPK kurang manusiawi karena uang "usaha" si "Mahasiswa cantik" ikut di rampasnya. Bukankah uang 10 juta itu telah menjadi miliknya? bukan lagi uang suap. Kan?

Saya berkata demikian hanya berdasar panduan logika saja, saya kurang mengerti regulasi bagaimana itu barang bukti dan sebagainya.

Oia, bagaimana dengan uang yang digunakan sewa hotel, atau mungkin digunakan untuk makan malam + belanja sebelum cek-in di hotel. Berapa banyak uang yang dihabiskan dari 1 milyar tersebut? Sementara uang tersebut sudah terpecah menjadi 3 bagian, yakni 10 juta untuk si "Mahasiswi cantik", 10 juta di dompet Ahmad Fatanah dan sisanya 980 juta di kresek.

Jika pihak hotel dibayar menggunakan uang suap yang saat itu di pegang oleh Ahmad Fatanah, bukankah uang pembayaran sewa kamar hotel itu perlu ikut disita?. Sekedar info, setelah berselancar mencari infor harga kamar di hotel Le Meridien, harga mulai Rp. 1.098.000/kamar dalam semalam. Lalu kamar semahal apa yang digunakan dua insan yang namanya sedang hangat dibicarakan ini ???.

Impian Maharani untuk menyibukkan diri dengan uang 10 juta itu sirna sudah, belum lagi ditambah dengan shock karena digrebek KPK. Seandainya dia ingin menuntut, kepada siapa? Apakah kepada Ahmad Fatanah ??? atau kepada dirinya karena terlalu bodoh menemani lelaki yang dibayangi resiko atau bahaya besar, atau menuntut nasibnya untuk malam yang cilaka itu ???

Kasian betul, dia telah disuap (makanan) oleh Ahmad Fatanah, lalu dengan serta merta KPK memaksanya memuntahkan makanan tersebut. Apakah ini tidak jahat ???

Jika benar uang 10 juta itu milik Maharani si "Mahasiswa cantik" dari salah satu perguruan tinggi swasta (PTS), adakah yang akan membela si "Mahasiswi cantik ini". Jika saya salah, mungkin kita harus kembali belaja pada agama, yakni mengetahui asal-usul uang yang kita terima. Jangan sampai di belakang hari, uang itu memanggil masalah, lalu menyiksa kita sekuat maunya.

Sungguh malang nasibmu wahai "Mahasiswi cantik".


Mengenal Ucheng Orangbiasaji

Ahmad Husain (Ucheng), Tidak lulus kuliah, anak petani, itu saja..
Saya hanya orangbiasaji :) ...
berusaha menikmati keindahan penciptaan pada hal-hal biasa di sekitarku.