Masa Depan Kaum Alay di 2013

Alay merupakan segolongan kaum yang tidak terdefinisikan, kita banyak menemuinya dalam kehidupan sehari-hari, malah sangat mudah. Alay dianggap sebagai salah satu jenjang perkembangan mental pra dewasa seperti orang-orang banyak mengutip Raditya Dika bahwa Alay itu masa antara Remaja dan Dewasa.

Nah, adakah yang pernah menafsir bagaimana masa depan Kaum Alay  di tahun 2013 nanti?, Sebagaimana catatan saya sebelumnya, masa depan kaum Alay tergantung pada harga Pulsa dan perkembangan gadget. Semakin murah biaya untuk berkomunikasi melalui handphone atau gadget, maka masa depannya akan semakin cemerlang tentunya.

Dan tentu saja, semakin murah harga gadget yang dijual dipasaran, maka yakin saja jika orang-orang dewasa pun bisa terjangkit oleh sikap alay, sehingga asumsi bahwa Alay merupakan jenjang pra dewasa akan terbantahkan, karena orang dewasa bisa juga bersikap Alay.

Perbendaharaan kata alay yang siap mengisi kamus bahasa alay juga akan semakin kaya. Taksiran saya bahwa ada banyak mahasiswa calon guru yang menjadi alay (baik produktif maupun proaktif), nah merekalah salah satu promotor yang berperan penting dalam berkembangnya masa depan kaum alai di tahun depan yang tinggal hitung hari saja.

Pokoknya 2013 akan menjadi masa dimana virus alay akan siap menyebar, kamus bahasa alay akan semakin kaya karena setiap orang bebas membangun atau melahirkan kosa kata baru, belum lagi beragam media dimanfaatkan untuk menyebabkan virus tersebut. Tidak ada alay yang gaptek, olehnya itu perkembangan komunitas mereka sangat gencar di media-media sosial dan selalu berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi komunikasi.

Presiden Obama berpose bersama McKayla Maroney dengan gaya alay yang sempat ramai dibicarakan di media massa.
Sumber foto : id.yahoo.com


Baik atau buruk ????

Awalnya saya meemang ilfill dengan perilaku/sikap alay, namun karena terbiasa  berinteraksi dengan orang-orang seperti ini, saya kemudian merasa enjoy saja. Apalagi kaum alay menjadi labolatorium komunikasi yang menarik. So, biarkan mereka memanfaatkan kreatifitas dalam membangun bahasa untuk menyampaikan isi kepala meereka, walaupun kita meyakini bahwa dalam bahasa ada semangat yang menjelaskan mental kita. Dalam konteks alay, bahasa tidak mempengaruhi mentalitas seseorang, namun sebaliknya, mentalitas lah yang membangun simbol-simbol bahasa baru yang kemudian kita sebut dengan bahasa alay.

Selamat tahun baru untuk teman-temanku yang alay dan bagi mereka yang masih tettap bertahan di tengah godaan zaman yang semakin lebay.

Mengenal Ucheng Orangbiasaji

Ahmad Husain (Ucheng), Tidak lulus kuliah, anak petani, itu saja..
Saya hanya orangbiasaji :) ...
berusaha menikmati keindahan penciptaan pada hal-hal biasa di sekitarku.