Mengenal Sistem Penanggalan Kalender Hijriyah

tahun baru hijriyah 1 muharram
Selamat tahun baru Islam, 1 Muharram 1434 H


Memasuki tahun baru Hijriyah, tak ada salahnya kami mepublikasikan sebuah catatan/artikel mengenai sistem penanggalan Hijriyah yang juga dikenal sebagai sistem penanggalan Islam karena penentuan jadwal/waktu ibadah Umat Islam mengikuti sistem penentuan tanggal/waktu kalender Hijriyah.

Walaupun Indonesia tidak menggunakan kalender Hijriyah sebagai sistem penanggalan yang digunakan, penanggalan ini tetap digunakan oleh ummat Islam sebagai panduan beribadah. Di Jawa, awal mula penetapan penggunaan kalender Hijriyah yakni pada tahun 1625 Masehi (mengganti penggunaan kalender jawa dengan sistem penanggalan Saka1547 Tahun Saka), kala itu Jawa (Mataram) dibawah kepemimpinan Sultan Agung.

Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Khalifah Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah. Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29-30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah Subhana Wata'ala:

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS : At Taubah(9):36).

Kalender dengan 12 bulan sebetulnya telah lama digunakan oleh Bangsa Arab jauh sebelum diresmikan oleh khalifah Umar, tetapi memang belum ada pembakuan perhitungan tahun pada masa-masa tersebut. Peristiwa-peristiwa penting biasanya hanya dicatat dalam tanggal dan bulan. Kalaupun tahunnya disebut, biasanya sebutan tahun itu dikaitkan dengan peristiwa penting yang terjadi pada masa itu. Misalnya saja kita mengetahui bahwa kelahiran Rasulullah SAW adalah pada tahun gajah. 

Khalifah Umar lalu mengumpulkan beberapa sahabat senior waktu itu. Mereka adalah Utsman bin Affan r.a., Ali bin Abi Thalib r.a., Abdurrahman bin Auf r.a., Sa’ad bin Abi Waqqas r.a., Zubair bin Awwam r.a., dan Thalhan bin Ubaidillah r.a. Mereka bermusyawarah mengenai kalender Islam. Ada yang mengusulkan berdasarkan milad Rasulullah saw. Ada juga yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan Muhammad saw menjadi Rasul. Dan yang diterima adalah usul dari Ali bin Abi Thalib r.a. yaitu berdasarkan momentum hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Yatstrib (Madinah). Maka semuanya setuju dengan usulan Ali r.a. dan ditetapkan bahwa tahun pertama dalam kalender Islam adalah pada masa hijrahnya Rasulullah saw. Sedangkan nama-nama bulan dalam kalender hijriyah ini diambil dari nama-nama bulan yang telah ada dan berlaku pada masa itu di wilayah Arab.


Hari-hari penting dalam Penanggalan Hijriyah


Tanggal-tanggal penting dalam Kalender Hijriyah adalah:
  • 1 Muharram: Tahun Baru Hijriyah.
  • 10 Muharram: Hari Asyura. Hari ini diperingati bagi kaum Syi'ah untuk memperingati wafatnya Imam Husain bin Ali.
  • 12 Rabiul Awal: Maulud Nabi Muhammad (hari kelahiran Nabi Muhammad).
  • 27 Rajab: Isra' Mi'raj.
  • Bulan Ramadan: Satu bulan penuh umat Islam menjalankan Puasa di bulan Ramadan.
          >> 17 Ramadan: Nuzulul Qur'an.
          >> 10 hari ganjil terakhir di Bulan Ramadan terjadi Lailatul Qadar.
  • 1 Syawal: Hari Raya Idul Fitri.
  • 8 Dzulhijjah: Hari Tarwiyah.
  • 9 Dzulhijjah: Wukuf di Padang Arafah.
  • 10 Dzulhijjah: Hari Raya Idul Adha.
          >> 11-13 Dzulhijjah:Hari Tasyriq


Nama dan urutan bulan dalam kalender Hijriyah


Kalender Hijriyah terdiri dari 12 bulan:
  1. Muharram 
  2. Safar 
  3. Rabiul awal 
  4. Rabiul akhir 
  5. Jumadil akhir 
  6. Rajab 
  7. Sya'ban 
  8. Ramadhan 
  9. Syawal 
  10. Dzulkaidah 
  11. Dzulhijjah 


Sistem Penghitungan Tanggal pada Kalender Hijriyah


CURRENT MOON

Penampakan bulan


Pada Kalender Hijriyah, penentuan dimulainya sebuah hari/tanggal berbeda dengan pada Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Namun pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya Matahari di tempat tersebut.

Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata siklus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari). Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.

Faktanya, siklus sinodik bulan bervariasi. Jumlah hari dalam satu bulan dalam Kalender Hijriah bergantung pada posisi bulan, bumi dan Matahari. Usia bulan yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya bulan baru (new moon) di titik apooge, yaitu jarak terjauh antara bulan dan bumi, dan pada saat yang bersamaan, bumi berada pada jarak terdekatnya dengan Matahari (perihelion). Sementara itu, satu bulan yang berlangsung 29 hari bertepatan dengan saat terjadinya bulan baru di perige (jarak terdekat bulan dengan bumi) dengan bumi berada di titik terjauhnya dari Matahari (aphelion). Dari sini terlihat bahwa usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29 - 30 hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda langit tersebut (Bulan, Bumi dan Matahari).

Penentuan awal bulan (new moon) ditandai dengan munculnya penampakan (visibilitas) Bulan Sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru (konjungsi atau ijtimak). Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari, sehingga posisi hilal berada di ufuk barat. Jika hilal tidak dapat terlihat pada hari ke-29, maka jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan menjadi 30 hari. Tidak ada aturan khusus bulan-bulan mana saja yang memiliki 29 hari, dan mana yang memiliki 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan hilal.


Sumber: wikipedia | Semoga bermanfaat : )

Mengenal Ucheng Orangbiasaji

Ahmad Husain (Ucheng), Tidak lulus kuliah, anak petani, itu saja..
Saya hanya orangbiasaji :) ...
berusaha menikmati keindahan penciptaan pada hal-hal biasa di sekitarku.