Apa yang Saya Lakukan Jika Menjadi Ketua KPK?

Saya akan mengundurkan diri. Ada banyak orang yang berusaha (ingin) menjadi ketua KPK dengan program yang beragam, biarkan mereka berjuang melawan korupsi dengan "baju" KPK. Saya ingin berjuang di bidang lain, sehingga motor pemberantasan korupsi bukan hanya KPK yang "Heroes stand alone", sementara koruptor "Fight together".

Saya cukup menjadi Rektor Universitas Anti Korupsi, atau Kepala SMK Anti Korupsi, atau pada level lembaga pendidikan lainnya. Dari sana, saya ingin mencetak ribuan, bahkan jutaan alumni yang siap menjadi "Wiro Sableng", walaupun tertawa dan bercanda, memberantas korupsi tanpa tedeng aling-aling.

Universitas ini akan menjadi satu wadah pemberantasan korupsi melalui jalan counter-culture atas budaya korupsi yang malu-malu kita akui sebagai budaya bangsa.

Universitas ini, memang imajinatif, tidak realistis dan kacau. Namun bukan berarti harus ditolak karena tidak bermanfaat. Dari sini, pandangan baru penegakan hukum dapat berawal dengan membongkar sistem pendidikan yang status quo, anti kritik dan birokratis. Universitas Anti Korupsi tidak perlu mewujud sebagaimana universitas lain yang memberikan kita predikat sarjana, seakan-akan bahwa inti pendidikan adalah titel sarjana dan dampaknya adalah pekerjaan yang bagus dengan gaji yang tinggi.

Pemberantasan korupsi bukan hanya mengurangi praktek korupsi, tetapi merubah perilaku korup dalam diri manusia.

Lebih lengkap, baca: Universitas Anti Korupsi, Candradimuka para Pemberantas Korupsi.

Mengenal Ucheng Orangbiasaji

Ahmad Husain (Ucheng), Tidak lulus kuliah, anak petani, itu saja..
Saya hanya orangbiasaji :) ...
berusaha menikmati keindahan penciptaan pada hal-hal biasa di sekitarku.