Google Plus, Gaya Baru Ber-socmed | Suatu diskusi perkembangan teknologi komunikasi dan informasi

google plus dan kajian perkembangan teknologi komunikasi
Google dikenal dengan simplicity-nya, dan Google plus merupakan social media yang sangat mudah.

Social media ???

Bagiku, kenapa tidak. Kehadiran konsep media (jejaring) sosial merupakan konsekuensi perkembangan teknologi dan semakin beragamnya kebutuhan kita, kebutuhan ini bukan hanya hadir akibat dorongan dari dalam diri kita, melainkan juga rayuan dari luar berupa iklan dan hegemoni gaya hidup.

Media sosial kini menjadi salah satu syarat bagi masyarakat moderen, walaupun modernisasi pada media sosial tidak pernah diperhatikan oleh banyak pengguna situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter yang populer di Indonesia.

Dalam perbincangan mengenai perkembangan teknologi dan realitas sosial, ada dua pemikiran besar yang saling berlawanan yakni technological determinism dan social constructivism (Straubhaar dan J. Larose dalam Media Now: Communications Media in the Information Age, 3 rd edition. 2004: 26-28). Pandangan technological determinism menganggap bahwa teknologi merupakan prima causa (faktor utama yang mempengaruhi) terhadap perkembangan sosial di dalam masyarakat, termasuk mempengaruhi bagaimana masyarakat memandang dan menggunakan teknologi, karena tatanan sosial tumbuh mengikuti perkembangan teknologi (Campbell dan Russo, dalam The Social Construction of Mobile Telephony. 2003).

Pandangan lain, social constructivism, menganggap bahwa masyarakat atau realitas sosiallah yang membentuk teknologi atau mempengaruhi kehadiran teknologi, bukan sebaliknya. Seperti yang dikatakan Fischer (dalam Campbell dan Russo, 2003: 317), alat-alat mekanis tidak dapat menentukan perkembangan dan penggunaan inovasi. Sebaliknya, perlawanan dan negosiasi (dari masyarakat) yang merupakan faktor pembentuknya.

Bagi saya sendiri, teknologi dan masyarakat kini telah menyatu padu, sejak kehadiran internet hadir sebagai teknologi informasi dan komunikasi. Penemuan ini, yang berdasar pada usaha pengembangan proses penyebaran informasi dalam ranah geografi dan konten yang lebih luas, menjadi inovasi dan menginspirasi bahwa nyaris tak ada celah untuk tidak berkomunikasi, space atau ruang kini menjadi sempit oleh perkembangan teknologi tersebut. Kini, masyarakat menuntut untuk bisa semakin interaktif oleh karena "nafsu" ingin mensukseskan suatu hajat tanpa ada lagi fikiran, aturan mana yang dilanggar?.

Semua cara menjadi benar, itulah realitas media sosial kini. Aturan masyarakat lokallah yang menjadi nilai perlawanan bagaimana konsumsi terhadap media sosial dapat dijalani dengan baik tanpa membawa hal buruk.

Sejak saya menyadari dan mengerti bagaimana Google plus hadir di tengah cantu masyarakat moderen ber-socmed, saya mulai berfikir bahwa dunia ini takkan kiamat kecuali para developer dikarantina dan dibunuh secara massal. Bagaimana tidak, pikirku, selalu saja ada inovasi yang hadir menjawab persoalan yang menjadi tantangan kehidupan kita, setidaknya pada ranah perkembangan teknologi komunikasi.

google plus dan kajian perkembangan teknologi komunikasi
Google plus tidak hanya simpel dan user friendly, tetapi juga mengembangkan suatu konsep pergaulan baru di internet.

Google plus, yang banyak dikatakan orang hadir untuk menyaingi facebook, sebagaimana kuketahui melalui beberapa forum online, blog dan tentu saja wikipedia, adalah tujuan yang naif bagiku. Untuk apa perusahaan besar sekelas google hadir untuk menyaingi facebook? Jauh sebelum pertanyaan itu hadir, saya cukup penasaran, bagaimana google hadir menjadi pesain bagi media sosial yang membuat orang menjadi konsumen yang gila. Misalnya orang-orang yang memberili handphone atau smartphone hanya untuk menikmati layanan socmed.

Google plus yang dioperasikan oleh Google Inc. dan diluncurkan pada 28 Juni 2011 dengan sistem undangan untuk diuji coba, merupakan suatu wujud pemutakhiran media sosial, bukan hanya pesaing. Google plus seakan berusaha memperbaharui tatanan sosial dalam berjejaring di internet yang memang kacau.

Inilah salah satu wujud media sosial yang luar biasa, setidaknya untuk saat ini, begitulah yang kupikirkan sebagai penikmat jejaring sosial.

Beberapa fitur yang membuatku kagum adalah sistem circle atau lingkaran, konsep ini diadopsi dari sistem hubungan di twitter yang dikenal sebagai follow-followback. Sistem circle pada google plus ini memiliki kelebihan yakni adanya kategorisasi orang-orang yang dilingkari, seperti facebook dimana anda bisa mengatur teman masuk dalam kategori keluarga, teman dekat, dll.

Jika di twitter, seorang user mengikuti anda, hanya akan ada pemberitahuan saja, sementara di Google plus, bukan hanya pemberitahuan, tetapi juga saran untuk melingkari orang yang baru saja melingkari anda. Inilah sistem media social yang canggih, mengedepankan rasasaling ingin berteman. Perbedaannya di Facebook, anda seakan menjadi komunikator dan komunikan, sehingga hubungan timbal balik tergantung pada apakah anda dikonfirmasi menjadi teman atau tidak.

Kelebihan lainnya adalah, anda bisa berbagi lingkaran dengan teman-teman anda di google plus, sehingga pintu untuk memperluas jaringan pertemanan terbuka lebar. Di facebook, anda juga bisa menyarankan teman, tetapi tidak semassif Google plus yang memungkinkan seseorang membagikan temannya secara massal dalam satu kategori.

Hal lainnya yang juga menyenangkan di google plus adalah panel eksplore yang menunjukkan trit atau status atau posting yang sedang populer di Google plus. Bagian ini mungkin terinspirasi oleh fitur trending topic twitter (walaupun di google plus ada juga lampiran topik-topik yang sedang tren), atau pada forum-forum yang biasanya memilik thread-thread terbaik untuk menjadi hot thread (meminjam istilah kaskus), namun jika diperhatikan dengan seksama, twitter memilih kata yang populer atau banyak diperbincangkan, sementara google plus menampilkan status populer yang banyak dikomentari, dibagikan dan disukai oleh orang-orang. Pikirkan bagaimana kedua sistem ini membangun kelebihan sistem masing-masing.

google plus dan perkembangan teknologi komunikasi
Social media evolution
Nah, selanjutnya adalah inovasi tentang inbox. Pikirkan baik-baik, apakah sebuah pesan, bahkan itu tergolong pesan yang sangat pribadi, harus dikirim dan masuk ke sebuah kamar pesan tertentu? untuk apa? kenapa tidak di dinding atau di timeline atau di beranda saja?

Jika niat anda mengirim sebuah pesan ke inbox agar orang lain atau teman anda di facebook atau di twitter tidak mengetahui pesan-pesan pribadi tersebut, maka mengapa pesan itu tidak ditampilkan pada dinding atau timeline saja dengan visibilitas yang privat, artinya hanya anda dan pengirim pesan yang tahu ada postingan atau pesan di dinding anda.

Bayangkan bagaimana pesan melalui inbox itu sangat menyusahkan, apalagi koneksi internet anda lambat. Anda harus mengklik panel inbox atau DM (pada twitter) untuk melihat pesan, belum lagi jika pesan itu cukup panjang sehingga butuh 1 kali klik lagi untuk melihat seluruh isi pesan. Setelah anda mengetahui isi pesan, anda membutuhkan 1 klik lagi untuk keluar dari inbox.

Pesan di google plus sama seperti anda menulis secara langsung di dinding teman anda di facebook. Simple sekali, akan tetapi mengapa banyak orang yang mengatakan Google plus itu susah dan membingungkan ???

Sungguh saya seperti sedang makan sebuah mangga matang yang sangat manis, sehingga sensasi kenikmatannya tetap bertahan walaupun sebuah mangga telah tandas di tanganku. Betapa cerdas manusia-manusia ini, yang membangun sebuah sistem kehidupan sosial di dunia maya.

Nah, kini ada baiknya kita kembali menyinggung dua teori besar dalam kajian teknologi komunikasi yang telah disampaikan di atas.

Apakah perkembangan teknologi mempengaruhi perkembangan sistem masyarakat? atau berpihak pada teori yang satunya? atau mungkin kita tak perlu memilih.

Lihat, bagaimana jika perkembangan teknologi itu mulai mendekati gaya interaksi masyarakat di dunia nyata? bukan membuat suatu jarak yang membentang antara teknologi komunikasi dan masyarakat. Akhirnya anda tak perlu lagi memelihara keraguan bahwa media sosial mempengaruhi dan membuat perilaku pertemanan anda berubah, karena gaya komunikasi semakin serupa dengan dunia nyata, hanya saja pada dunia nyata anda berinteraksi dengn sejumlah orang dalam waktu yang cukup panjang, sementara di dunia maya anda bisa berinteraksi dengan sebanyak orang yang anda walu, dan dalam waktu yang lebih "cepat" dibandingkan interaksi di dunia nyata.

Catatan saya ini sebenarnya terlalu dini, karena belum melalui banyak proses membaca dan mencermati lebih jauh. Oleh karena itu, ada baiknya kusampaikan hal ini kepada teman-teman bahwa catatan ini hanya menjadi awal kita berdiskusi.

Tanganku kesulitan untuk menahan perintah otak untuk menulis, agar apa yang sedang trend di kepalaku ini, dapat menjadi batu lompatan untuk mengembangkan, refleksi-refleksi sederhana atau cubitan-cubitan ide oleh hal-hal baru yang ditunjukkan oleh Google plus.

Oia, ada 1 kelebihan google plus yang ingin kusampaikan, tak perlu dimasukkan dalam catatan ini tentunya. Tak ada iklan di google plus, sebagaimana facebook!

Mengenal Ucheng Orangbiasaji

Ahmad Husain (Ucheng), Tidak lulus kuliah, anak petani, itu saja..
Saya hanya orangbiasaji :) ...
berusaha menikmati keindahan penciptaan pada hal-hal biasa di sekitarku.