Media Indie, Bisakah Kita Kesana Saja?

Media indie adalah media-media yang dibuat secara swadaya oleh individu atau kelompok kecil. Jenis media ini kadang juga disebut "media alternatif". Sebutan indie konon berasal dari falsafah “do it yourself” di komunitas punk. Varian media ini merambah hampir di segala bidang. Sebut saja eksistensi buku-buku dan komik indie yang masih terus tumbuh sampai sekarang, atau bentuk sempalan yang kurang umum seperti brosur dan koran tempel. [ Wikipedia]
Adakah indie yang bisa lepas dari spirit DIY (do it youself), tapi kita tetap ada dalam kategori indie. Aku ingin menggagas sesuatu yang melewati batas ego-ego personal. Aku senang dengan perlawanan kaum indie terhadap kapitalisme, dalam suatu ulasan tentang media indie, Louis Althusser dikutip, bahwa ilmu pengetahuan sejak lama telah menjadi state apparatus ideology. Aku tertarik dengan ulasan ini.

Aku tidak tahu banyak mengenai semangat indie, yang kutahu bahwa indie adalah perlawanan, ketersampingan (marginal), dan ekspresi bebas. Jika kita mengaku indie, maka kita bertanggung jawab atas diri kita sendiri, bebas dari dominasi suatu kuasa tertentu, baik modal, pemerintah, maupun suatu sistem masyarakat. Indie yang kutahu adalah 'things' yang kecil tapi penuh dengan semangat, mandiri, dan anarkis, yang terakhir ini, adalah wujud dari ketidak sepakatan mereka dari sebuah masyarakat yang dibentuk dengan tradisi diam (silent society), dimana masyarakat tersebut tidak memiliki apapun untuk menunjukkan eksistensi mereka untuk berkata TIDAK, tidak memiliki kekuatan untuk tampil diluar suatu hukum dominan, ketika doktrin kebenaran telah berlaku universal.

Itulah yang menjadi ciri-ciri modernisme, dalam suatu artikel yang pernah kubaca. Modernisme mengajak umat manusia untuk tunduk pada ide kebenaran yang ditetapkan secara global/menyeluruh, sehingga kebenaran yang diikuti oleh kelompok kecil tidak dapat diakui dan halal untuk dihabisi. Kebenaran itu tidak sertamerta adalah pengakuan bersama, dia pure dan pluralistik, berbeda satu sama lain. Indie menyentuh wilayah ini, terwujud dengan spirit DIY, dimana kebenaran bagi kaum indie (utamanya punk) adalah apa yang mereka pikirkan sendiri-sendiri, dengan rasionalitas masing-masing.

Bisakah kita membangun media indie sendiri?, terlepas dari jeratan media-media mainstream. Mengatur dan mengabarkan informasi sesuai ketentuan kita sendiri, tanpa harus mempermasalahkan, apakah penulisan kita telah mengikuti kaidah jurnalistik?.

Pelan-pelan saja. Kita bebas membangun gagasan ini kemana saja. [untuk teman-teman para penggiat media]

Mengenal Ucheng Orangbiasaji

Ahmad Husain (Ucheng), Tidak lulus kuliah, anak petani, itu saja..
Saya hanya orangbiasaji :) ...
berusaha menikmati keindahan penciptaan pada hal-hal biasa di sekitarku.