Mata Uang Sulawesi

Nusa : Kenapa murung wajah itu?
Musa : Tak apa!
Nusa : Taka pa bukan berarti kamu kuijinkan diam, Mus!
Musa : Apa mau dikata?
Nusa : Kau tinggal menceritakan apa masalahmu!
Musa : Lalu kau akan berkomentar dan habis perkara?
Nusa : Kupikir kau butuh telinga untuk mendengar.
Musa : Aku butuh hati yang dalam merasa.
Nusa : Alamak, mirip anak siapa kau ini. Ayah ibuku tak pernah punya anak sehalus kau.
Musa : Ahhhh, kau ni. Memangnya yang membuat Ayah dan Ibu, Kau?!
Nusa : bukan membuat, tapi mengenal mereka.
Musa : aku lebih kenal mereka.
Nusa : Baiklah, tapi kau tidak mengenal aku!
Musa : Apa?
Nusa : Bahwa aku adalah adik yang baik, siap membantu seorang kakak yang dirudung pilu.
Musa : ahhhh. Baiklah!
Nusa : Inilah gunanya adik!


***

Mita : Kamu dari mana?
Musa : Ketemu Yan.
Mita : Tumben, ada urusan apa?
Musa : Kok tumben sih? Aku lagi butuh duit, kebetulan tadi dia ngaku habis gajian, skalian aja aku palakin.
Mita : Asik dong, ngasi berapa dia?
Musa : Aku Cuma pinjam 5000 untuk makan aja.
Mita : Ohhh, hampir aja minta traktir ma kamu.
Musa : Kamu ini, biasanya juga dompet kamu lebih tebal.
Mita : Tebal sih tebal, tapi ada limitnya juga.
Musa : makanya beli dompet yang unlimited. Hahahahaha
Mita : Capedehhh. Eh antarin pulang yuk!!
Musa : Aduhhh, bensinku tinggal dikit. Sekarat nih.
Mita : Ihhh, gak modal banget deh jadi cowok.
Musa : aduhhh, kok jadi ngomong gitu.
Mita : Kalo gitu, anterin pulang dong, ntar ongkos busku aku kasi kamu dehh.

Mita tersenyum, naik ke jok motor. Di perjalanan, ban motor Musa Kempes, ternyata bocor. Uang yang dipinjamnya dari Yan, digunakan untuk biaya tambal ban. Rencananya berubah, sehabis mengantar Mita, dia akan langsung pulang dan makan di rumah.

Sampai di rumah Mita, tak ada siapa2 di rumahnya.

Mita : aduhhh, dompetku gak ada!
Musa : hah?
Mita : Matimija, mungkin ketinggalan di tukang tambal ban.
Musa : Lah? Bahaya ne, bensin di motor gak cukup sampai rumah nih.
Mita : trus gimana dong? Kita balik lagi kesana?
Musa : ahhhh, bolak balik jadinya, belum tentu juga bensin motor cukup.
Mita : yaudah deh, aku bayar kamu pake mata uang Sulawesi aja yah, gimana?
Musa : Mata uang Sulawesi?
Mita : Iya.
Musa : Emang ada ???????

Mita : TERIMA KASIH !!!


* Terinspirasi dari obrolah seorang teman, mahasiswa sekampus asal pulau Buton, Sultra.

Mengenal Ucheng Orangbiasaji

Ahmad Husain (Ucheng), Tidak lulus kuliah, anak petani, itu saja..
Saya hanya orangbiasaji :) ...
berusaha menikmati keindahan penciptaan pada hal-hal biasa di sekitarku.