Buah-buahan Impor

Beberapa malam lalu, kekasihku minta dibelikan sebuah apel dan jeruk. Saya pun singgah di Indomaret setelah kegiatan diskusi bersama teman-teman Mahasiswa dari Kangean, Madura. Tengah malam begini, dua buah itu bisa hanya dijangkau di Indomaret, atau mungkin ada di tempat lain yang tak kutau dimana.

Sesampainya di rumah, barulah kuperhatikan buah itu baik-baik, memperhatikannya sebagaimana kebiasaanku iseng-iseng sibuk memperhatikan suatu objek yang jarang diperhatikan. Di punggung, atau di dada buah itu, masing-masing tertera label yang menjelaskan buah itu memiliki merek dan asal musal, dari kebun si petani mana datangnya.

Buah-buahan impor. Seketika saya tersenyum tipis dan mengabadikannya dalam sebuah foto. Begitu baikkah bangsa ini, memperkaya kaum tani di negeri sebrang dengan mengimpor buah-buahan yang bisa dihasilkan oleh kebun-kebun di Indonesia?.

Kualitas? aduh mungkin lidah orang-orang berbeda. tapi lidahku bersaksi, jeruk dari Australia ini kecut. Tak semanis warna dan labelnya!

Mengkonsumsi buah memang perlu. Tapi bagaimanan dengan mengimpor buah-buahan?

Label menentukan rasa?
Buah Impor

Mengenal Ucheng Orangbiasaji

Ahmad Husain (Ucheng), Tidak lulus kuliah, anak petani, itu saja..
Saya hanya orangbiasaji :) ...
berusaha menikmati keindahan penciptaan pada hal-hal biasa di sekitarku.